May 6, 2009

It's Been Two Hard Week, curhat dulu ahhhh

at 6:33 PM 4 comments
Waktunya nge-junk di blog!!! Sudah dua minggu ga pernah mampir bersua di blog, nih! Dua minggu ini terasa begitu melelahkan. Sangat Melelahkan.

Minggu ke 4 bulan April, tepatnya tanggal 21 April, akhirnya Saya berhasil seminar hasil penelitian! Fyuh, lega rasanya. Dua minggu sebelum seminar, kepala rasanya stress, cape, kesal, menjadi irritable, dan campur aduk. Harap-harap cemas. Persiapannya terasa minimmm banget!! (makanya deg-degan) Tapi menurut pengalaman teman seangkatan dan senior-senior, yang namanya seminar hasil pasti deg-degan! karena merasa masih wajar, jadinya ya tidak ada hal yang perlu perhatian lebih!

Beberapa hari setelah seminar, mulai nih takabur. Bukannya revisi, malah kaya abis keluar dari penjara, main pump it mulu! duh, sekarang baru kerasa deh ni! Ternyata mengurus surat ini itu untuk keperluan yudisium butuh waktu yang cukup lama, salah satunya butuh tanda tangan 12 kepala laboratorium! belum lagi mengurus keperluan dan kelengkapan KTI paska seminar.

Akibat takabur dan lalai, jadinya keteteran deh sekarang!! belum lagi keteteran gara-gara denda perpustakaan yang nominalnya cukup bikin kantong bolong (gini inh akibat takabur dan lalai di masa lalu, lupa ngembaliin buku!! arghhhh)
tapi ALHAMDULILLAH udah jadi revisi-annya, udah jadi hard-cover-annya, tinggal distribusinya!
Dua hari lagi pulang ke rumah!! senang!!! senang!! senang!!

semoga 4JJI memudahkan dan melancarkan segala urusan duniawi ini! amin!

ga sabar ingin pulang, ga sabar menanti yudisium 23 mei, ga sabar wisuda bulan depan... ga sabar pengen koasss


-sariyangkangenayahibu-



Apr 26, 2009

Belajar di Negeri Wong Londo : Masuk Ke Komunitas Global

at 10:25 AM 10 comments

Mengenyam pendidikan di Eropa memang menjadi impian saya sejak kecil. Entah dimanapun, Eropa adalah hal yang menarik dan keren. Kultur yang unik, orang berkulit putih, udara yang sejuk, salju dan masih banyak lagi. Mungkin ini hanya euforia masa kecil saja. Sekarang, mencoba peruntungan sekolah di negeri lain harus didasari dengan paradigma yang berbeda, yaitu bagaimana memasuki dunia global dengan komunitas yang tergabung dalam satu visi.

Dunia menghadapi berbagai permasalahan! Mari coba melihat salah satu bagian kecil dari dunia, yaitu negeri kita, Indonesia. Masalah kemanusiaan, lingkungan, kesehatan, tata letak kota, kriminalitas, perekonomian dan lain-lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan rupanya permasalahan ini juga dihadapi di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Itulah sebabnya, mengapa kita harus berpikir tentang komunitas global. Jika komunitas dunia telah memahami betapa pentingnya pemecahan permasalahan tersebut, tentunya kita menjadikan itu sebagai visi dan misi bersama.

Dengan komunitas global, penghuni dunia saling bekerja sama, bertukar ilmu dan berbagi informasi untuk memecahkan permasalahan dunia dan negara masing-masing

Study in Holland : a ticket to global community?
Benar-benar mengundang rasa ingin tahu saya! Belanda gencar mempromosikan diri agar banyak warga mancanegara memilih negeri tersebut sebagai negara tujuan belajar, bukan hanya sebagai negara tujuan pariwisata. Lihat banner disamping ini. Seminggu yang lalu, diluncurkan pula promosi video mengenai Study in Holland yang dapat diakses di sini. Saya segera mencari tahu!

Apa saja fakta bersahabatnya?

1. Belajar di Belanda Menggunakan Bahasa Inggris

Amerika dan Australia menjadi pilihan kebanyakan orang Indonesia untuk melanjutkan studi. Alasan yang paling mungkin adalah penggunaan bahasa. Eropa jarang menjadi pilihan studi karena kendala bahasa. Namun ternyata, Belanda adalah negara pertama yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu yang menawarkan hampir seluruh pendidikan tinggi diajar dalam Bahasa Inggris. Saya yakin, hal ini begitu esensial bagi seluruh warga mancanegara yang ingin melanjutkan studi di negara orang. Komunikasi yang mudah akan memudahkan seseorang untuk memahami materi perkuliahan. Berita baiknya, Orang-orang di Belanda juga dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, tentunya juga akan memudahkan kita, orang asing, untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

2. Belanda : Negara Maju dan Unggul dalam Berbagai Bidang dengan Kualitas Pendidikan yang Baik

Tidak dapat dipungkiri, Belanda unggul dalam berbagai sektor. United Nation Development Programme (UNDP) menempatkan Belanda di urutan ke-9 sebagai negara dengan Human Development Index tertinggi di dunia. Negara tanah rendah ini melalui berbagai fase sejarah perkembangan sains dan teknologi yang memukau. Belanda merupakan pelopor penggunaan energi angin dan pembendungan air laut. Amsterdam dikenal mampu untuk mendaur ulang sampah kota menjadi energi listrik. Belum lagi kemampuannya dalam mengekspor hasil pertanian yang menempatkan Belanda sebagai negara pengekspor hasil pertanian ke-3 setelah USA dan Perancis.

Ironis memang! Negara yang hanya mempunyai luas tidak lebih dari sepertiga pulau jawa dan padat penduduk serta sepedanya ini, mampu menjadi negara yang unggul dalam berbagai bidang. Hal ini berdampak kepada sektor pendidikan, dimana banyak warga mancanegara berminat untuk menimba ilmu disini. Tak heran jika jumlah mahasiswa internasional mencapai 70.000. Sains pertanian, kedokteran, Seni dan Arsitektur, Manajemen dan Teknik Sipil merupakan bidang-bidang yang diunggulkan di perguruan tinggi di Belanda.

3. Biaya Kuliah dan Biaya Hidup yang Relatif Murah

Blog yang menjadi referensi saya menyebutkan bahwa biaya kuliah dan biaya hidup relatif murah jika dibandingkan dengan USA dan Australia. Biaya kuliah yang ditempuh pada masa ajaran 2007-2008 adalah € 1538 dengan biaya buku sebesar € 300 pertahun dan biaya hidup rata-rata € 700 per bulan. Jika menggunakan google currency converter, kira-kira biaya hidup sebulan dalam Rupiah adalah Rp. 9.996.210 dengan biaya kuliah mencapai Rp. 31.959.311. Biaya kuliah ini tergolong murah namun biaya hidupnya yang mahal! Namun, jangan kuatir! Berbagai beasiswa disediakan sebagai solusi bagi mahasiswa mancanegara yang berminat untuk sekolah di Belanda, StuNed misalnya. Informasi beasiswa lainnya juga dapat diperoleh di Neso.












Ya! Keindahan dan keunikan Belanda menjadi fakta lain yang membuat saya menginginkan negeri ini sebagai negara tujuan sekolah. Hampir seluruh warga di Belanda mempunyai dan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Menyenangkan sekali!
Keindahan alam, sepatu kayu, bunga tulip, ribuan museum, jembatan-jembatan unik! Wew, ini merupakan nilai pariwisata yang tidak didapatkan di negara lain!

Sekarang Saya tahu, kenapa wong-wong londo ini begitu percaya diri dengan promo study in holland-nya?
It's truly a place to get together, to learn and to know many. It's a ticket to a global community!


Satu hal yang tidak boleh dilupakan. Belanda menawarkan link sains dan kerja sama yang menarik. Kemajuan teknologinya membuat Indonesia harus berguru dengan baik kepada negeri tanah rendah itu. Jika sudah merasakan pendidikan di negeri tersebut, janganlah lupa kepada tujuan mulianya, Kawan!

Think Global and Act Local!

Siapkah anda menj
elajah Belanda?



P.S :
Fakta-fakta menarik dan bersahabat diatas dirangkum dari referensi dibawah ini. Semoga bermanfaat. Have a Look at these things :
3. Nuffic
4. Holandia
5. Rianne Azis
6. internationalgraduate.net

Gambar indah dan menarik diambi di :
1. allposter.com
2. internationalgraduate.net
3. tune-into-it.com
4. Philipmartin.info

Apr 23, 2009

Woman and Feminism in My Perspective

at 3:37 PM 0 comments
Dua hari yang lalu, 21 April, merupakan hari yang diperingati sebagai hari Kartini. Sosok Kartini dianggap sebagai sosok yang wanita yang mengingatkan kita dengan emansipasi, pendidikan dan kesetaraan gender. Kartini berpikir dengan cara yang berbeda. Kartini menulis, bersekolah dan mengenyam pendidikan serta kehidupan sosial, berbeda dengan kebanyakan wanita pada jamannya. Sosok Kartini menjadi idola bagi para penganut feminisme dan liberalisasi perempuan.

Saya agaknya merasa ngeri dengan terminologi feminisme dan liberalisasi wanita. Menurut saya, terminologi itu terdengar keras dan menyimpang dari apa yang dahulunya diperjuangkan, semoga asumsi saya tidak benar. Yang ada pada bayangan Saya ketika mendengar kata-kata tersebut adalah wanita-wanita yang speak up yang menginginkan kesetaraan hak dengan laki-laki dalam segala aspek kehidupan; politik, seksual, sosial dan intelektual. Aplikasi dari teori ini belum sepenuhnya Saya ketahui. Dari beberapa bacaan, Saya melihat bahwa kecenderungan feminisme adalah kesetaraan gender, emansipasi dan gerakan untuk meninggalkan sistem patriarkal dalam kehidupan berkeluarga. Mungkin tidak hanya itu, ada yang mau menambahkan?

Gerakan kesetaraan gender, menurut Saya, dalam aplikasinya, tidaklah selalu hal yang menyimpang. Sejarah dari pergerakan kaum perempuan di Indonesia dipelopori oleh sosok Kartini yang menginginkan kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan dan kehidupan sosial. Sejarah pun mencatat adanya jejak-jejak perjuangan kaum perempuan yang mempunyai niat dan tujuan sangat luhur. Kongres Perempuan Indonesia, 1928 menghasilkan suatu kesepakatan untuk memperjuangkan sekolah bagi anak perempuan, tunjangan kepada janda dan anak-anak pegawai negeri Indonesia, beasiswa bagi perempuan dan pemberantasan perkawinan anak-anak. Sungguh tujuan yang mulia, memperjuangkan hak perempuan yang sebelumnya tidak didaptkan oleh perempuan pada jaman itu.

Gerakan feminisme, saat ini terkadang menginginkan sesuatu yang lebih. Ajakan meninggalkan sistem patriarkal merupakan suatu penyimpangan dari apa yang menjadi kodrat perempuan. Kodrat ini datangnya bukan dari Arab, bukan dari bualan-bualan ajaran Islam tapi sesungguhnya berdasarkan perbedaan mendasar, secara fisik dan kemampuan lain, antara perempuan dan laki-laki. Ya, kebanyakan gerakan feminisme anti terhadap kebudayaan Arab yang mengatur mengenai perempuan. Saya tidak ingin menyinggung bagaimana kebudayaan Arab dan ajarannya tentang perempuan, namun lebih mengenai perempuan dan kehidupannya menurut perspektif saya.

Saat ini, Saya belum pernah mendengar sama sekali bahwa seseorang tidak dapat mengenyam pendidikan di Indonesia karena gendernya adalah perempuan. Hal ini merupakan buah hasil kerja yang dipelopori Kartini dan gerakan-gerakan kaum perempuan. Lalu apa yang sekarang dikhawatirkan pihak perempuan pro feminisme? Pekerjaan rumah tanggakah? melahirkankah? Poligamikah? kekerasan rumah tangga?

Some point are relevant, some arent. Pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, membereskan rumah, memasak, merawat anak sepertinya dipandang sebagai suatu pekerjaan yang rendah, sehingga beberapa perempuan merasa bahwa bukan hanya perempuan yang bertugas untuk mengerjakan tugas tersebut. Yang salah disini adalah asumsi publik. Pekerjaan rumah tangga bukanlah hal yang rendah, melahirkan memang menyakitkan tapi bukan juga suatu penyiksaan terhadap perempuan. Perempuan harus sekolah! karena mendidik anak dan generasi bangsa memerlukan suatu sosok yang berpendidikan.

Sungguh, perempuan merupakan sosok yang indah! A wife is the greatest one behind the great husband. "Behind" disini bukanlah sesuatu yang rendah, bukan sesuatu yang tidak setara. Justru hal inilah yang mengagumkan. Islam justru sangat mengagungkan sosok perempuan. Perempuan dianggap lebih baik untuk tidak mengerjakan yang pekerjaan lebih berat dibandingkan laki-laki, bukan karena tidak mampu, namun karena perempuan sangat dihormati.

Men are from Mars and Woman are from Venus. They are different from any side. Mereka tidak bisa disejajarkan, because they arent same, namun bukan berarti tidak dapat diharmoniskan. Yang diperlukan saat ini bukanlah kesetaraan gender namun bagaimana mengharmoniskan kedua makhluk yang sangat berbeda dan saling memahami fungsi-fungsi yang dijalankan perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.

Selamat Hari Kartini!

Semoga perempuan dan laki-laki dapat saling hidup harmonis, menjadi team work yang baik dalam kehidupan berkeluarga dan berkehidupan sosial.

Apr 19, 2009

Blogger Award

at 12:01 PM 6 comments
Terimakasih untuk mas madysta yang telah memberikan saya blogger award. :)


Dan


Karena amanahnya adalah meneruskan award ini, maka Saya akan teruskan!!

Well, Im giving this award to my friends. Atas kesediaanya membaca, mengunjungi, mengomeni dan mengisi buku tamu saya. :)


The award goes to :
madhysta
Gilang Ramadhan
GD Permana
Zujoe
Dani Gunawan
Pieps
Arie Geologist
Mastrie
Herman
ferniawan

Teman-teman yang telah diberikan award diharapkan meneruskan award ini dengan memberikan award kepada sepuluh teman yang lain. Kopi paste image diatas dan berikan kepada teman tersayang anda.

Salam hangat,
semoga pertemanan dunia maya ini semakin erat!

Sari

Apr 15, 2009

Kok Obatnya Gini?

at 2:28 PM 8 comments

Kurang lebih dua bulan yang lalu, berita mengenai kontroversi penggunaan obat puyer marak diberitakan di berbagai media, bahkan salah satu stasiun televisi swasta menayangkan secara eksklusif dan membahas tema ini berulang kali. Peresepan obat puyer dianggap tidak layak dengan berbagai alasan : polifarmasi, tidak higien, ketinggalan jaman dan sebagainya. Saya pikir berita ini cukup menambah deretan dosa penyedia layanan kesehatan serta mempertegas mindset dan opini publik mengenai buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia.

Walaupun sekarang berita ini tidak lagi hangat di media massa, terganti oleh tema pemilu 2009, namun masih ada beberapa berita berisi pengalaman publik mengenai kegagalan pelayan kesehatan dalam pemberian resep, atau bahasa kerennya pola peresepan yang tidak rasional. Ternyata masih ada saja dan akan terus ada berita-berita seperti ini. Saya baru saja membaca dari sebuah forum komunitas terbesar di Indonesia (katanya gan!), dan ironisnya, pengalaman ini dirasakan sendiri oleh seorang dokter. Ia berkeluh kesah mengenai teman sejawatnya yang melakukan peresepan polifarmasi yang menurutnya tidak perlu diberikan terhadap saudaranya yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta.

Mengulas sedikit mengenai pola peresepan irasional : apakah pola peresepan irasional itu? Peresepan obat tidak rasional merupakan peresepan obat yang tidak seharusnya. Saya akan mencoba mempersingkat, intinya adalah peresepan tidak pada tempatnya, berlebihan atau kurang (pada banyak kasus adalah berlebihan, memberikan obat bermacam-macam padahal tidak perlu, polifarmasi), walaupun definisi ini mencakup hal yang luas. Pemberian obat yang tidak seharusnya diberikan, tidak mengikuti kaidah ilmu berbasis bukti (evidence-based medicine), pemberian dosis yang tidak sesuai, , pemberian obat yang mahal padahal tersedia obat yang murah hingga pemakaian obat yang disuntikan (tanpa indikasi, tentunya) juga terkategori sebagai peresepan irasional. Banyak hal yang tidak diketahui publik! Polemik obat puyer ditambah berita-berita santer mengenai malpraktik saja sudah membuat publik semakin yakin bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia buruk. Apalagi jika publik mengetahui dengan cermat dan mengkritisi banyak hal inside this sector, bisa-bisa orang-orang kelas atas akan semakin yakin dan bangga untuk mencari pelayanan kesehatan ke negeri seberang.

Dampak yang disebabkan oleh peresepan yang tidak rasional mencakup berbagai hal. Saya tidak akan membuat pandangan yang subyektif, entah dampaknya besar atau tidak, ini semua tergantung. Yang paling mungkin dirasakan oleh masyarakat adalah pembiayaan kesehatan yang mahal. Mari kita ambil beberapa contoh peresepan yang tidak rasional (diambil dari kasus curhatan yang saya baca tadi yah!). Seorang dokter meresepkan ranitidin suntik (obat sakit lambung, maag), parasetamol bermerek yang terus diresepkan walau pasien mengaku sudah mempunyai parasetamol dan ondansentron (obat anti muntah). Sementara pasien diduga Demam berdarah karena trombositnya hanya berjumlah 82.000 (normal : 150.000-450.000) dan tidak mengeluhkan adanya mual, muntah dan maag serta sudah mempunyai parasetamol generik . Hal ini yang dianggap tidak rasional olehnya. Hitung saja jumlah kesalahan yang terkategori sebagai peresepan obat tidak rasional. Ya, keselahan peresepan seringkali terjadi tidak hanya satu kesalahan dalam satu waktu, bisa saja dua atau tiga kesalahan.

Kenapa hal ini terjadi? Pekerjaan dokter rentan dengan pekerjaan mendagangkan obat. Dokter dapat meresepkan obat-obatan mahal dan bermerek. Peresepan hingga jumlah tertentu akan menguntungkan pihak pabrik obat dan tentunya dokter yang merespkan. Hal ini tentunya dapat merugikan pasien yang kondisi keuangannya minimal. Namun ada saja mindset, sugesti mungkin, pasien langganan yang menganggap obat mahal adalah obat paten. Mungkin saja, memang! Namun, secara tidak langsung, sebagian masyarakat mendukung kondisi peresepan ini. Hal ini tidak jarang ditemui bahkan di kota kecil sekalipun. Saya sedang menjalani masa koasistensi muda pre klinik waktu itu. Saat sedang follow up pasien, Saya iseng ngobrol dengan pasien tersebut. Ternyata pasien itu masuk rumah sakit karena ingin di tangani langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam langganannya (sedang bertugas menjadi konsulen pada minggu itu), karena dianggap obatnya paten. Ia mengaku rela membayar asalkan dokter tersebut yang memberikan resepnya.

Ternyata banyak juga kondisi sosial yang mendukung peresepan obat tidak rasional. Cerita lainnya adalah saat Saya sedang menjalani praktek lapangan di Puskesmas, Saya dibimbing oleh dokter umum yang bertugas dipuskesmas tersebut. Datang seorang nenek yang sudah langganan ke puskesmas itu. Sang nenek mengeluhkan, disetiap kunjungannya, pegel-pegel dan mata yang pandangannya kabur. Tua memang rentan dengan kondisi rematik atau nyeri sendi lainnya dan mata katarak yang membuat penglihatannya tidak jernih lagi. Dokter puskesmas memberikan asam mefenamat (anti nyeri) dan obat salep mata. Saya sempat bertanya mengapa diberikan salep mata, yang juga mengandung antibiotik? Sang dokter menjawab bahwa persediaan obat tetes yang biasa diberikan untuk kataraknya habis. Pasien merasa puas dan lebih baik jika diberikan tetes mata, dan pasien ini rutin datang jika obat tetes matanya telah habis. Intinya karena terbiasa diberikan resep untuk mata dan karena keluhannya adalah matanya, maka dokter memberikan penanganan untuk keluhan mata itu. Medicine is art, masing-masing dokter mempunyai cara tersendiri untuk mempertimbangkan dan mengambil keputusan. Namun, akhirnya pola yang seperti ini yang membawa dampak. Pola pikir pasien bahwa datang ke dokter maka pulang harus membawa obat, juga mendukung kepada peresepan yang tidak rasional.

Banyak hal lain yang menyebabkan hal ini sulit untuk dihindari, termasuk pelayan kesehatan yang tidak profesional, kurang berpengalaman, tidak mempunyai pedoman pemberian obat dan tidak tahu menahu dengan baik ilmu peracikan obat. Dokter, apoteker , peramu obat dan pemerintah tidak bisa disalahkan sepenuhnya, tapi Saya setuju bahwa komponen ini bertanggungjawab untuk perubahan yang lebih baik. Dan tentunya masyarakat juga harus berpartisipasi.

Lalu apa yang bisa diperbuat?

Pasien diharapkan lebih cermat. Pasien mempunyai hak untuk bertanya, mendapatkan penjelasan atas apa yang diberikan dokter serta mendapatkan resep generik jika tidak mampu membeli obat bermerek. Sebaliknya, dokter pun hendaknya berdiskusi dan memberikan penjelasan mengenai apa yang ia berikan kepada pasiennya.

Upaya perbaikan harus menyentuh sektor pendidikan bagi dokter serta kebijakan di masing-masing instansi pelayanan kesehatan. Rumah sakit hendaknya mempunyai komite yang bertanggung jawab terhadap kebijakan obat dan tindakan sebagai petunjuk bagi pemberi resep agar terhindar dari pemberian resep yang tidak rasional. Pada intinya, upaya perbaikan harus didukung oleh seluruh komponen yang terlibat, pemerintah, masyarakat, dan penyedia layanan kesehatan untuk mengatasi permasalahan peresepan obat yang tidak rasional.

Silakan baca referensi ini :

Apr 14, 2009

Ayo Tukar Link dan Mari Berteman!!!

at 4:46 PM 6 comments
Sepatah, dua patah kata di bawah ini merupakan curhatan langsung dari Saya.

Teman!!! sebagai blogger yang masih berstatus newbie atau infant, Saya tentunya sangat ingin mengenal dunia ini, ingin mempunyai teman maya yang lebih banyak, ingin belajar menulis, ingin belajar berbagi, ingin bertukar link, ingin bertukar informasi, ingin banyak tahu dengan hanya klik! halaman tetangga dan ingin ingin ingin yang lain.

Dunia maya bukanlah dunia baru bagi saya, tapi dunia menulis, curhat dan beropini masih terasa asing. Saya berpikir inilah stages of development, dimana saya pernah mengalami fase-fase stagnansi dan akhirnya Saya kembali ingin melanjutkan perkembangan menuju kedewasaan dalam dunia blogesphere.

Kolom shoutmix di area gadget pada halaman situs ini, semakin hari semakin dipadati oleh blogwalkers dan orang-orang baru. Gadget tersebut memang Saya letakkan dengan harapan para blogwalkers bisa mengisi dan kita bisa saling bertukar link!

Rasanya senang, karena mempunyai link dan teman baru akan mengisi hari-hari pada fase perkembangan Saya di dunia maya.

Welcome my nu friends! Ayo bertukar link dan Mari berteman!

Untuk mempermudah proses berkenalannya, teman-teman yang ingin berkenalan, monggoh perkenalkan diri di kolom komentar di bawah postingan ini (buku tamu mode : on). Terima kasih.

Accepted???

at 1:55 AM 0 comments
Hai Good Day!

Awal hari, Saya terbangun telat. Tidak terlalu, sebenarnya. Sehingga Saya juga sempat tidur ayam beberapa belas menit setelah terbangun, karena merasa belum terlalu telat. It would be a hard day, I thought! Itulah yang membuat saya sedikit malas dan tidak bersemangat. Mau tidak mau harus bangun! (Dasar pemalas!). Saya kemudian beranjak dari tempat tidur. Tugas pagi hari telah menanti, tugas yang harusnya dikerjakan semalam. Alih-alih mengerjakan tugas, semalam Saya malah bersosialisasi di dunia maya. Saya pikir ini bukan hal yang besar, bukan hal penting untuk diceritakan. Pagi itu, Saya harus mengerjakan revisi tugas akhir saya, hiks! Mau tidak mau harus dikerjakan. Jam sebelas siang Saya harus menemui pembimbing 1.

Sembari mengerjakan, Saya berharap-harap cemas. Harapan saya, Tugas akhir ini akan segera selesai. Seperti senior Saya berpetuah, tugas akhir itu cerminan diri, seberapa besar ketekunan, seberapa rajin dan seberapa niat seseorang. Saya sangat setuju! Inilah yang kemudian membuat Saya sadar, bahwa working alone ternyata sulit. Terbiasa bekerja sama, terbiasa mengerjakan tugas bersama, Saya mengalami penurunan kualitas personal semenjak tugas akhir ini dikerjakan sendirian. Siapa yang mau mengingatkan? Yah, memang terkadang beberapa teman, sahabat, orang tua dan pacar mengingatkan dan menyemangati untuk keep fighting! Siapa yang mau membantu? teman-teman juga punya kesibukan dengan tugas akhirnya masing-masing.

Tugas akhir = cerminan kualitas diri = momok menakutkan = penghambat kelulusan!

Seminar proposal penelitian telah berlalu, tepatnya delapan bulan lalu. Terlalu lama, hingga penguji tugas akhir, yang saya temui untuk menanyakan jadwal, lupa bahwa saya adalah mahasiswi yang akan diujinya beberapa hari lagi. Semakin banyak hal-hal yang membuat Saya down! Termasuk bertemu dengan pembimbing! Kenapa? karena Saya sangat berharap tugas akhir ini akan segera berakhir. Semoga saja beliau-beliau sepakat dengan keinginan saya.

Tugas akhir berupa penelitian ini telah mencapai 90% perjalanan semenjak tahun lalu itu. Hari itu Saya berniat menemui pembimbing satu untuk memberikan hasil revisi seminggu lalu, dengan harapan lembar pengesahan akan beliau tanda tangani.

Siang hari, Saya menemui pembimbing tugas akhir (tepatnya pembimbing 1). Beliau adalah orang yang cukup teliti dan kritis dan Saya sangat bersyukur karena beliau banyak membantu memberikan kontribusi di tugas akhir ini. Saya, seperti biasa, berkonsultasi. Berharap cemas ingin ditandatangani.

Ternyata, halaman demi halaman, coretan demi coretan, banyak hal yang harus saya revisi kembali. Lembar pengesahan juga tidak sempat ditandatangani, karena Saya salah menulis judul.

Namun, Saya cukup bahagia dan euforia saat beliau bertanya kepada saya, sesuatu yang menyejukan hati. "Kapan maju seminar???" tanya beliau. Wah. rasanya seperti minum air dingin dicuaca gurun. Deg-degan ditambah senyum-senyum malu, membuat saya bingung bagaimana menjawabnya.
Rasanya senang dan semangat. Walaupun harus revisi kembali, Fyuh!!! Saya merasa sangat berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.

It almost finished.

Saya akan kembali besok, hari ini tepatnya, untuk memberikan revisi. Gud luck today! Semoga bisa accepted!!!


Apr 12, 2009

Nge-Junk Dulu!!!

at 11:34 AM 4 comments
Hai! Saya baru saja mengganti templates untuk blog saya, nih!
Duh, postingan ini nge-junk banget yah!! hehehe
Telihat lebih simple, khan! Ada lagunya Feist-Secret Heart juga lho! Tapi niatnya mau dijadikan backsound, tapi gagal terus, mungkin karena code generatornya yang salah atau memang lagunya ga jalan! Tapi buat teman-teman yang mau membuat code music bisa ke Blogger Music Code Generator. Code generatornya juga menyediakan settingan untuk menjadikan lagunya sebagai backsound. Masukan alamat url lagu ke kolom yang tersedia, lalu dengan mudahnya, Anda akan mendapatkan codenya. Walaupun Saya gagal, Hiks!!

Oh iya, mencoba memanfaatkan google translate, Saya mengganti beberapa judul gadget menjadi berbahasa Turkish. Iseng-iseng, nih!

salam nge-junk!!!

Apr 11, 2009

Layout dan Templates Blog Saya

at 3:09 AM 2 comments
Lama-lama setelah sering dilihat, hampir setiap hari, Blog saya ini terlihat sangat kekanak-kanakan yah? Hehehehe!!! Kalau Saya membayangkan sebagai visitor, Saya mungkin akan mengira blog ini dipunyai oleh remaja usia belasan tahun. Apalagi di dalamnya banyak beredar smiley-smiley monyet yang imut norak, sehingga meramaikan blog saya yang juga sudah ramai karena banyak warna. Sebenarnya bukan bertujuan untuk menonjolkan sifat kekanakan, walau memang terkadang saya kekanakan, namun Saya mencoba untuk memberikan kesan bahwa blog ini full of things, campur-campur alias gado-gado. Saya juga menghindari kesan formal karena tujuan saya menulis blog adalah menyampaikan pengalaman dan pendapat saya mengenai topik-topik keseharian. Hal inilah yang membuat Saya memutuskan untuk memilih templates ini. Selain itu templates ini terlihat girly! Manis namun tetap simple. Thats So Me Is that So me???

Muncul dibenak Saya, mungkinkah sifat-sifat personal seseorang dapat dilihat dari tampilan blognya? Iya, mungkin!! But, the content also determine it, rite?
Well, Do we agree that we cant judge a book by its cover??

Baiklah! Later, mungkin Saya akan mengubah tampilan templates untuk blog saya supaya terlihat lebih elegan dan dewasa. Tapi sulit rasanya meninggalkan monyet-monyet lucu itu. Habis kocak, sih!!!

Apr 10, 2009

Saya dan Pemilu

at 7:50 PM 2 comments
Dear Diary,
Rasanya iri sekali melihat teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam pemilu legislatif kemarin. Iri!!! Saya sebenarnya orang yang anti sekali golput, tapi mau berkata apa? Akhirnya Saya tidak bisa menyumbangkan suara dalam pemilu legislatif ini. Mengurus Surat Pindah Memilih terlihat sangat ruwet. Harus menghubungi pihak keluarga di Bekasi, meminta bantuan untuk mengurus Surat Pindah Memilih dan kemudian mengirimkannya ke Purwokerto. Beberapa hari sebelum Pemilu, saya sempat menghubungi Ibu saya dan menyatakan keingingan pulang ke rumah untuk nyontreng. Ternyata beliau juga mengabarkan bahwa keluarga belum mendapatkan kartu pemilu. Niat untuk pulang jadi terhambat, dan ternyata Saya juga harus menyelesaikan tugas akhir saya yang urusannya belum selesai. Tidak mau banyak memberikan kritik! Saya maklum dengan yang namanya prosedur. Saya juga maklum sama pekerjaan mahasiswa semester akhir.

Libur pemilu di kost terasa sepi, beberapa teman pulang ke daerah masing-masing. Ya, beberapa berniat ikut pemilu, beberapa niatnya memang untuk pulang karena libur. Menyendiri dikamar seminggu ini dan ditemani oleh internet, Saya mengakses berita tentang pemilu dan semenjak pemilu, Saya berusaha update quick count hasil pemilu legislatif. Senang rasanya melihat hasil quick count yang menunjukan demokrat pada posisi teratas. Tinggal menunggu kabar koalisi partai, nih!


Koalisi dan Pasangan Capres-Cawapres
Sore ini, Saya bergosip dengan beberapa teman, dari Jogja dan Semarang yang sedang main ke Purwokerto, mengenai koalisi partai. Nampaknya, Demokrat akan bergandengan dengan PKS. Bulan-bulan sebelumnya, masing-masing perwakilan dari partai-partai tersebut seringkali mengadakan pertemuan. Dan sesekali terdengar celetukan mengenai pinangan-pinangan untuk mendampingkan SBY dengan Hidayat Nur Wahid. SBY memang diperkirakan akan kembali menduduki kursi teratas di negeri ini. Rasanya sangat mudah baginya untuk mendapatkan pasangan, walaupun harus tetap berhati-hati dalam memilih. Jika memang Demokrat nantinya berkoalisi dengan PKS, berkembanglah prediksi-prediksi, mengenai arah pemerintahan SBY yang akan "berat sebelah". Hal ini ditakutkan akan mengubah image SBY yang nasionalis religius. Namun kenapa harus khawatir, toh Wahid juga merupakan tokoh yang, religius-nasionalis, nasionalis dan religius. Perolehan suara partai-partai yang bernuansa Islam tidak sebanding dengan partai-partai lainnya. Kekhawatiran akan pemerintahan yang nantinya akan kental dengan syariat Islam tidak beralasan. Indonesia negara sekular, bukan?

In my opinion, prediksi-prediksi itu boleh-boleh saja, berpendapat juga boleh-boleh saja. Mungkin saja koalisi ini hanya sebagai politik untuk mendapatkan kedudukan saja atau istilahnya power share.

Disisi lain ada juga yang memprediksi bahwa PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra menghasilkan pasangan Mega-Prabowo, kemudian Golkar dengan Demokrat yang menghasilkan pasangan SBY kembali dengan JK. Ini kan prediksi, lho!!! Menanggapi pasangan Mega-Prabowo, Saya tidak mau berkomentar banyak. Mega mulai kelihatan turun pamor, walaupun dalam quick count, PDIP memperoleh yang dapat diperhitungkan. Prabowo juga cukup mendapat massa dengan kampanyenya yang mengedepankan kepentingan rakyat kecil petani. Kalau memang mereka berkoalisi, kira-kira siapa yang akan jadi capres dan cawapresnya? Kedua-duanya cukup ngotot untuk duduk di kursi kepresidenan. Akankah kedua pasangan ini nantinya dapat mengambil hati rakyat? Bagaimana dengan pasangan SBY-JK? Pasangan ini dipandang berhasil bukan? Penuh pertanyaan nampaknya.

Well, banyak kemungkinan-kemungkinan yang diprediksi jauh-jauh sebelum pemilu. Segalanya sangat mungkin. Mari kita tunggu saja hasilnya.

Yang jelas, I dont wanna miss the next election. Harus milih pres dan cawapres!! Insya 4JJI. Cabut dulu ahhh!!!

Apr 9, 2009

My Banner

at 2:36 PM 0 comments

Alhamdulillah, Hore!!! Akhirnya, Saya bisa membuat banner simple dengan bantuan AdDesigner.com. Ternyata dunia per-blog-an sangat seru yah! Maklum, sebelumnya saya sangat gaptek!

Membuat banner di AdDesigner.com ternyata sangat mudah. Kendala yang saya hadapi justru cara memuat banner ini di blog saya atau di halaman lain. Saya tidak mengetahui bagaimana caranya mendapatkan kode html untuk mencantumkan sebuah banner atau gambar ke suatu halaman. Setelah mencari tahu, dan menemukan sebuah blog yang membuka wawasan saya, akhirnya Saya menemukan caranya. Ternyata ada banyak situs yang menyediakan layanan membuat kode html sebuah gambar, diantaranya gogglepages dan photobucket. Saya, kemudian, menggunakan photobucket untuk mendapatkan kode image dan html banner saya itu.

Well, I can't say anything anymore! I proudly present my first banner! Here It is
Photobucket


Next time, mungkin Saya akan belajar membuat banner yang lebih baik dan lebih seru! Ada yang mau memberi info? Terima kasih sebelumnya!

Google Converter

at 12:12 AM 0 comments
Wah!! Saya baru tahu kalau google punya Google Converter!!! Tools ini dimiliki google dan diintegrasikan untuk melakukan konversi nilai mata uang. Saya tahu info ini dari junior saya di kampus. Lumayan untuk iseng-iseng!!!

Test!!
Untuk mencoba google converter, Saya mencoba browsing biaya master degree di negeri Belanda. Untuk mendapatkan gelar Master degree di bidang biomedical science, saya membutuhkan dua tahun masa kuliah dan dana sebesar 13.000 Euro. Saya menggunakan google converter. Saya mengetik angka 13000 dan melakukan konversi dari Euro (EUR) ke mata uang Indonesia, Rupiah (IDR). Sangat mudah dan tinggal Klik! convert! Nah, ternyata 13.000 Euro itu adalah setara dengan Rp. 195358800.

Dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Google convert merupakan tools yang disediakan Google untuk mempermudah pengguna melakukan konversi mata uang, now and here, as fast as winking my eyes!
2. Ternyata Master degree di negara Europe cukup mahal! Namun tetap ada link financial aid dan scholarshipnya, kok! boleh dicoba!

Apr 8, 2009

Oow, Benarkah Blogger itu Si Dia?

at 6:06 PM 0 comments
Waduh, kaget nih!! Bagaimana tidak, pasalnya Saya menemukan nama teman Saya, nama yang persis dengan nama teman Saya, Rangga Wardhana, yang dicari banyak orang karena tuduhan membuat kehebohan atas tindakan kriminal, di halaman depan saat Saya searching di Google. Berawal dari keingintahuan saya terhadap komunitas blogger di Purwokerto, Saya mencoba browsing di google dengan keyword "komunitas blogger Purwokerto". Saya berharap hasil pencarian Google sesuai dengan pengharapan hati ini, namun ternyata tidak. Bukan hasil pencarian Google yang tidak tepat, tapi Saya menemukan nama teman Saya itu sedang dibicarakan oleh banyak orang. Delapan dari sepuluh judul hasil pencariaan yang keluar di halaman pertama membicarakan hal yang sama. "Siapakah Blogger itu???" atau Blogger Purwokerto Bodoh!!!, begitulah beberapa judul diantara sekian hasil pencarian.






Rangga Wardhana "Hasil Pencarian"
Rangga Wardhana, seorang blogger yang diindikasikan berdomisili di Purwokerto, Jawa Tengah, mencantumkan dan mengekspos ratusan nomor kredit bajakan yang sebagian besar masih aktif di blognya. Hebohnya lagi, hal ini tidak hanya diberitakan di Indonesia, namun juga di media massa luar negeri. Sang blogger itu juga mencantumkan beberapa artikel yang berhubungan dengan aktivitas hacking. Bahkan, dia juga memajang tagline yang berjudul where the cyber life begin and nothing is secure. Ternyata, berita ini cukup menggemparkan ya! Pencarian di Google atas nama Rangga Wardhana, menurut berita di Detik Forum, memunculkan beberapa sosok, salah satunya mahasiswa kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Sayangnya, blog tersebut telah dinonaktifkan, sehingga Saya tidak bisa mampir ke blog tersebut. :D

Rangga Wardhana "Teman Saya"
Sebenarnya, Saya tidak terlalu mengenal Rangga (Rangga Wisnu Wardhana, nama panjangnya) secara personal. Yang Saya ketahui, Rangga adalah seorang mahasiswa yang rajin belajar, rajin bertanya saat dosen menerangkan dan aktif sebagai wartawan majalah kampus kedokteran. Dia memang berdomisili di Purwokerto alias asli cah Banyumas. Mengenai keberadaanya sebagai blogger apalagi keahliannya sebagai hacker, seperti yang diindikasikan oleh berita-berita itu, Saya kurang mengetahuinya. Namun, menurut Saya, Rangga yang dicari bukanlah Rangga teman Saya itu, karena dia tidak tampak sebagai aktivis hacker atau orang yang menggeluti dunia cyber. Selain itu, jika Anda melihat blognya, nampaknya Rangga teman Saya sangat berbeda dengan apa yang diindikasikan berita negatif tersebut. Semoga saja!

Overall.....
Berita-berita tentang blogger Purwokerto yang berisikan banyak kekecewaan blogger ternyata menyimpan pesan penting bahwa aktivitas blogging memang seharusnya membawa dampak positif, bukan destruktif. Setujukah, Anda? Sebagai blogger yang masih newbie, Saya ||S.e.T.u.J.u|| tentunya :D


Hmm, by the way, kira-kira nih ya, Pak Roy Sukro, bisa memecahkan misteri siapakah Rangga yang dicari, engga ya, gan?


Apr 1, 2009

TOEFL CLIFFS

at 10:35 PM 1 comments

Setahun yang lalu, kira-kira bulan Maret, 2008, Saya mengirimkan aplikasi beasiswa IELSP, program beasiswa selama delapan minggu di USA. Pertama mendapatkan kabar tersebut, di internet (kalau tidak salah), saya sangat tertarik tentunya. Tanpa pikir panjang, saya langsung melihat-lihat eligibility yang diperlukan dan download application. Klik! Persyaratannya standard, nilai TOEFL ITP dan mengisi application letter. Saya langsung berpikir keras. Bingung juga, sih! belum pernah sebelumnya, saya mengikuti test TOEFL ITP. Selama ini saya hanya pernah mengerjakan Toefl-like Test, itupun sudah tiga tahun yang lalu. Perasaan khawatir mulai melanda di dalam dada. Nilai yang diperlukan untuk mengirimkan aplikasi tersebut adalah 457, angka yang menurut saya cukup menakutkan, apalagi testnya adalah TOEFL asli trademark-nya ETS. Cek di internet, banyak yang beropini bahwa paper-based test TOEFL ITP memang sulit, tidak semudah TOEFL-Like Test yang disediakan di banyak institusi di Indonesia. Waktu saya tidak banyak!

Butuh Buku!!!

Saya, kemudian, mencoba browsing di internet untuk mencari opini publik mengenai buku TOEFL yang bagus. Banyak yang merekomendasikan buku TOEFL CLIFFS sebagai buku yang mengupas tuntas mengenai grammar. Wah! ini dia yang saya cari. Saya berpikir memang ini yang saya butuhkan karena grammar saya memang pas-pas-an. Sewaktu SMA memang saya pernah mengikuti les Bahasa Inggris di institusi LIA. Saya berharap saya bisa kembali menyegarkan ingatan pelajaran Bahasa Inggris waktu dulu. Beberapa hari kemudian, saya membeli buku ini.

Bagus?

Menurut saya, Buku ini sangat bagus. Buku TOEFL CLIFFS mengawali babnya dengan bahasan analysis of exam areas, dimana saya bisa memahami tips penting untuk mengakali tes TOEFL. Buku ini menyediakan review grammar dengan latihan soal (exercises) yang disediakan langsung dibawah pelajaran grammar, jadi setelah melihat dan mempelajari salah satu bahasan, saya bisa langsung latihan.
Sekali belajar dalam sewaktu saya menghabiskan sekitar satu jam untuk review grammar sebanyak kurang lebih tiga topik, berikut dengan exercises. Masing-masing topik pelajaran dikemas dalam bentuk sederhana dan simple, sehingga saya tidak bosan dan terlalu lama berkutat dengan bahasan yang sama. Buku ini juga menyediakan mini test sebanyak tiga seri. Mini test ini merupakan latihan soal grammar (berbeda dengan exercises) yang disediakan setelah membahas belasan pelajaran. Modul latihan tersedia sebanyak enam buah, dilengkapi juga dengan listening dan reading section. Dalam bahasan listening dan reading, buku ini mengajarkan tips penting yang perlu diketahui. Kaset, sebanyak 2 buah, juga disediakan oleh buku ini untuk melengkapi pembaca dengan kemampuan mengerjakan soal dalam listening section. Sangat membantu, lho! Oiya, tak lupa! buku ini juga membahas mengenai writting test yang mungkin kita temukan di tes TOEFL baik ITP maupun TOEFL-Like Test!


Latihan soal yang disediakan dalam modul membantu saya untuk berlatih soal hingga terbiasa dengan pola-pola tes ini. Latihan soal dengan modul dapat sekaligus memprediksi nilai yang akan saya dapat nanti. Keunikan buku ini, yang tidak dimiliki buku TOEFL lainnya, adalah setiap latihan soal disediakan kunci jawaban dengan bahasan yang dapat dimengerti dan kutipan halaman langsung ke bab pelajaran grammar tertentu, sehingga saya mudah menemukan teori yang berhubungan dengan soal tersebut.


Saya tidak menghabiskan latihan soal baik dalam bagian exercises, mini test maupun modul latihan secara keseluruhan. Banyak tugas kampus sangat menyita waktu dan tentunya saya tidak dapat optimal melakukan latihan soal. Namun saya bersyukur telah mendapatkan kesempatan untuk mempelajari buku ini. Very Helpful! Walaupun skor TOEFL ITP saya tidak mencapai 550, yang banyak diopinikan oleh beberapa orang yang belajar dengan buku ini, saya merasa lega karena nilai yang saya dapat, 527, memenuhi syarat untuk mengirimkan aplikasi. Alhamdulilah donk! Lain waktu belajar buku ini, mungkin nilai saya bisa naik! Dongkrak!!! :D Banyak yang bilang, nilai TOEFL bisa naik turun. Benar sekali, saudara-saudara! Jadi sebelum test, harus latihan dan review terus. Beresiko, sih!!

Anyway, selamat mencoba buku yang bagus dan murah ini!




Mar 29, 2009

Kembali Sadar

at 12:23 AM 0 comments
Ya ampunnn... kemana aja yah gw??? orang-orang kyanya pada bebas berekspresi di blog. Kok gw kerjaannya buka friendster ama facebook mulu.. arghh ga mutu nih..


Yup! That was what in my mind when I got bored with all my activities in virtual world!

Awal-awalnya...

Saya memang sangat hobi dengan bermain internet. Sejak kapan? Sejak punya akses internet gratis di kampus, donk! Tinggal bawa laptop, taruh di laboratorium komputer atau dimana saja yang
pewe dan duduk manis sambil jalan-jalan di dunia maya. Yang saya lakukan biasanya yah sekedar browsing bahan-bahan tugas, disambi bersosialisasi di dunia situs pertemanan -standar lah, fs ama fb-, chatting, dan main game online favorit yang bisa bikin stress ilang.

Terus-terusan kalau berinternet, ya pasti seputar-seputar itu aja. Sampai suatu saat akhirnya berpikir untuk bikin blog atas inspirasi beberapa teman yang bikin blog. Melihat-lihat dan mencoba-coba bikin account di blogger dan wordpress (mending g usah diliat, g ada apa2 kok, :D), kemudian iseng-iseng menulis apa saja yang kepikiran untuk ditulis. Waktu itu sekitar awal tahun 2008. Ow ow itu juga udah telat yah, menurut saya lho. Tapi saya tetap berprinsip, telat? yah..asal selamat. Lagian emang cuma sekedar blog dan iseng, khan? Awalnya juga berpikir untuk tidak terlalu serius untuk menulis blog.

Tidak terlalu serius untuk menulis blog?

Alasannya juga alasan yang standard : ga pede dan merasa belum bisa menulis dengan baik atau lebih tepatnya belum paham dan yakin dengan apa yang akan ditulis nanti. Kalau melihat blog-blog orang yang "terurus", saya jadi minder nih. Haduh.. trus yang ditulis di blog apa aja donk? ya begitulah.. Lama kelamaan karena memang tidak berniat untuk serius nge-blog, akhirnya blog ini menjadi terlunta-lunta, sangat berbeda dengan keadaan friendster dan facebook yang setiap hari ditilik dan disayang-sayang.

Kembali Sadar

Kegiatan beraktivitas di dunia maya terasa menjadi biasa-biasa saja. Ditambah lagi, semenjak punya akses internet 24 jam di kost tercinta, saya menjadi sangat bosan dengan kegiatan berinternet. Sebagai mahasiswa semester 8 yang tidak berkegiatan akademis lagi (hanya tinggal menyelesaikan tugas akhir), waktu delapan puluh persen dihabiskan hanya di kost. Memang menyelesaikan tugas akhir cukup menyita waktu aktif-energik otak saya, namun, sisa waktun aktif-sedikitpasif otak ini , pun dipakai untuk browsing internet yang
ngga genah arahnya.
Pikir-pikir, daripada waktu-waktu ini dihabiskan buat bengong di internet, mending melakukan sesuatu yah. Nah, semenjak saat itu (baru-baru ini), saya berpikir untuk kembali mengurusi blog saya - yang tidak terurus, tidak terkomeni dan garing-. Saya kembali browsing blog-blog lain, berusaha mencari ilham untuk jati diri blog saya. Saya menemukan beberapa blog yang menurut saya menarik dan terlihat natural, salah satunya adalah blog terfavorit saya, blog yang memenangkan Microsoft Bloggership dan sempat juga direview oleh majalah Chic, lho! Habis lihat-lihat dan mengilhami, masih terasa tidak pede untuk menulis sih, tapi kalau mengurusi masalah bagus atau jelek, baik atau tidak, kapan mau belajar menulis ? (padahal dapat berbagi dengan orang lain itu hal yang bermanfaat, bukan?) Jadi deh saya coba-coba lagi berblog. Mungkin setelah rajin menulis dan
sharing info-info berguna, blog ini menjadi lebih terurus, terkomeni dan tidak garing lagi. ^_^



 

Moli Sari Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos